Kebijakan dan Ketidaksiapan Menejemen Pangan Nasional
Mantan Ketua HKTI Himpunan
Kerukunan Tani Indonesia yang juga Anggota DPR dari Komisi IV Siswono
Yudho Husodo menilai, melambungnya harga beberapa kebutuhan pokok yang terjadi
saat ini membuktikan adanya kesalahan kebijakan pangan dan ketidaksiapan
pemerintah untuk mengelola manajemen pangan nasional yang menyengsarakan
seluruh warga negara Indonesia.
![]() |
| Lahan Pertanian yang makin menyempit |
Permasalahan soal pangan ini
jelas dan solusinyapun jelas,Tapi mengapa selalu terjadi. Jadi ada kesalahan
dalam kebijakan pangan, kata Mnata ketua HKTI itu pada pers di Gedung Senayan
Jakarta, Kamis.lebih lanjut Siswono menjelaskan dari data yang ada kebutuhan
pangan Indonesia hampir semuanya dipenuhi melalui impor. Siswono menjelaskan
kebutuhan beras, Indonesia masih impor sebesar lima persen. Untuk daging sapi
masih impor 20 persen (atau 650 ribu ton), gula impor 37 persen (1,3 juta ton),
Gandum impor 100 persen (6,4 juta ton), Bawang putih masih impor 90 persen,
begitu pula Jagung masih impor 20 persen.
"Artinya soal pangan kita
tergantung negara lain. Kita tidak mandiri di bidang pangan," kata
Siswono.

